1. Pendahuluan
Buku yang berjudul Mengenal Ekonomi Digital karya Agus Sugiarto merupakan buku yang diterbitkan dengan cetakan pertama pada Februari 2022 dan cetakan kedua pada Maret 2022. Buku ini berisi 10 bab dengan latar belakang revolusi industry ke 4 yang melahirkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai cikal bakal dari digitalisasi. Digitalisasi ini telah menjadi disrupsi di hampir semua aspek kehidupan manusia. Bukan hanya mengubah model bisnis dan mekanisme kerja, namun juga memicu inovasi baru di berbagai bidang, yang secara perlahan mendorong munculnya ekonomi digital.
Ekonomi digital adalah adalah segala bentuk kegiatan ekonomi yang pencapaiannya diukur dengan menggunakan basis digital, seperti internet, web, artificial inteliigence, virtual reality, robotic dan blockchain. Kegiatan ekonomi digital tersebut meliputi pembuatan dan produksi barang, pelayanan dan pemberian jasa, pengembangan produk, kegiatan deteksi dan lain-lain yang menggunakan teknologi digital. Ekonomi digital menggunakan teknologi digital yang menyatukan keinginan dan kebutuhan hidup mabusia dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Ekonomi digital merupakan disiplin ilmu baru yang berkembang pesat dan menjadi mesin pertumbuhan di masa depan.
2. Katalis ekonomi digital
1) Penetrasi Internet
2) Teknologi Digital
3) Electronic Mobile Devices
4) Perubahan Perilaku Masyarakat
Ekonomi Digital vs Ekonomi Konvensional
1) Basis : teknologi digital vs otomasi dan komputerisasi.
2) Mekanisme kerja : secara daring vs pertemuan fisik
3) Pergerakan modal : keahlian vs uang
4) Satuan proses bisnis : data, informasi, pemikiran dan komunikasi vs komputer
Ringkasan Bab 1 sd 4
Bab 1 berisi definisi ekonomi digital dan penjelasannya. Definisi ekonomi digital adalah segala bentuk kegiatan ekonomi yang pencapaiannya diukur dengan menggunakan basis digital, seperti internet, web, artificial inteliigence, virtual reality, robotic dan blockchain
Bab 2 berisi penggerak ekonomi digital : sharing economy. Sharing economy merupakan model kerja sama, sinergi, atau kolaborasi yang saling menguntungkan antara pihak yang memiliki sumber daya dan pihak lain yang mampu mengelola sumber daya tersebut dengan teknologi digital.
Bab 3 berisi penggerak ekonomi digital : Blue Ocean Strategy. Blue Ocean Strategy adalah menciptakan pasar baru (barang / jasa) hasil disruptive innovation tanpa harus mengganggu pemain yang sudah pernah ada.
Bab 4 berisi penggarak ekonomi digital : digital transformation. Digital transformation menjadi periode transisi dari cara kerja lama yang berbasis otomasi ataupun komputerisasi menjadi cara kerja baru yang berbasis teknologi digital.
Ringkasan Bab 5 Penggerak Ekonomi Digital (4) : Big Data
3.1. Kebutuhan Data untuk Peningkatan Kualitas Kehidupan Manusia
Model bisnis sharing economy, blue ocean strategy dan digital transformation yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya mendorong tumbuhnya ekonom digital. Namun masih ada faktor lagi yang akan membawa ekonomi digital semakin dahsat, yakni Big Data. Semua proses membutuhkan data, semua orang membutuhkan data, semua urusan memerlukan data dan semua pekerjaan selain membutuhkan data, namun juga menghasilan data. Pelaku usaha menguasai data memiliki keunggulan komparatif terhadap mereka yang tidak memiliki data. Pengembangan produk baru, inovasi, maupun penciptaan proses bisnis baru tergantung sekali dengan ketersediaan data. Data sendiri sangat penting untuk menjadikan kehidupan lebih sehat, lebih sejahtera, dan lebih makmur sehingga kualitas kehidupan mausia menjadi lebih baik.
3.2. Big Data
Big data adalah sekumpulan data yang berasal dari berbagai sumber, yang jumlahnya sangat besar dan kompleks, baik yang berupa data terstruktur maupun yang tidak tersetruktur, dan sangat sulit untuk dianalisis dengan cara-cara tradisional agar menjadi informasi maupun data turunan yang lebih bermanfaat. Big data diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi maha data, data raksasa atau data bandang. Kehadiran big data tidak terlepas dari aktivitas kehidupan manusia sehari-hari, dan juga dalam kegiatan sektor ekonomi, baik dalam aktivitas perdagangan, transkasi keuangan, pertanian, transportasi. Rekaman data tersebut bisa memberikan nilai tambah apabila diolah dan dianalisis dengan teknologi digital. Dalam teknologi digital data diidentifikasi asal usulnya, jenisnya, disaring, dipilah, diolah, dianalisis dan disajikan dalam bentuk informasi sesuai kebutuhan penggunanya.
3.3. Ciri Khas Big Data
Ciri khas dari Big Data adalah 1). Volume. Jumlah data yang sangat besar, 2). Velocity. Aliran data yang sangat banyak dan real time, 3). Variety. Format data yang beragam dari berbagai sumber, 4). Veracity. Sangat penting bahwa keabsahan sebuah data yang bisa dipercaya. 5) Value. Nilai data menentukan keputusan data yang bisa diambil dengan big data ini.
3.4. Pengolah Big Data
Bertambahnya data dalam Big Data berupa eksponensial dan memiliki sumber data yang beragam sehingga menjadi tantangan baru dalam pengolahan data yang heterogen dan mengetahui bagaimana cara memahami semua data tersebut. Pengolahan big data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak, misalnya Gephi (analisis pola dan tren serta outliers), Python, Netlytics (analisis teks berbasis cloud dan media social), NiFi (mengotomataskan aliran data antar system), dan Tableau (analisa visual data).
3.5. Manfaat Big Data
Beberapa manfaat big data 1). Dalam sektor ekonomi, pelaku usaha bisa mengetahui sikap konsumen terhadap barang yang dibeli, apa yang disukai dan tidak disukai, dan mendapat gambaran tentang berbagai informasi, missal usia, jenis kelamin, tempat tinggal, jumlah uang yang dihabiskan, produk favorit, dan lainnya. Dengan demikian, pelaku usaha dapat membuat produk atau layanan yang sesuai dengan yang diinginkan konsumennya. 2). Merebut dominasi pasar dari competitor, dengan memahami keberadaan mereka, produk mereka dan konsumen mereka. 3). Meningkatkan kinerja Perusahaan dari pengembangan, perencanaan, produksi, penyimpanan, samapai dengan pemasaran dan transportasi, dengan melihat kaitan antar data dari pemasok bahan baku, distributor dan agen penjualan. Jika big data berbagai proses ini menjadi satu kesatuan, maka akan mendorong kecepatan, efisiensi, menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas dan kepuasan konsumen.
3.6. Contoh pemanfaatan Big Data
Contoh pemanfaatan big data dapat dilihat pada korporasi sebagai berikut :
1). Apple merupakan Perusahaan multinasional yang selalu inovatif, forward looking dan menjadi product leader di kelasnya. Walaupun produk Apple mahal, namun tetap diinginkan konsumen untuk membelinya, karena value of money yang tinggi bagi pembelinya. Apple mampu mengolah big data sehingga dapat melihat perilaku konsumen menjadi lebih jelas dan menangkap apa yang sesungguhnya dibutuhkan dan diinginkan mereka. Apple mengeluarkan produk baru seperti Apple Watch yang memasukkan fitur Kesehatan seperti detak jantung, jumlah kalori yang dihabiskan, saturasi oksigen dalam darah, dan fungsi lainnya. Apple watch membuat jam tangan yang bukan hanya alat komunikasi dan pengatur waktu saja, melainkan juga instrument untuk menjaga Kesehatan mereka.
2). McDonald’s didirikan pada tahun 1940 sebagai restoran yang dioperasikan oleh Richard dan Maurice McDonald, di San Bernardino, California, Amerika Serikat. Mereka membuat kios hamburger dan ayam goreng, dan kemudian mengubah perusahaannya menjadi waralaba, dengan logo Golden Arches diperkenalkan pada tahun 1953 di sebuah lokasi di Phoenix, Arizona. Pada tahun 1955, Ray Kroc, seorang pengusaha, bergabung dengan McDonalds sebagai agen waralaba dan mulai membeli rantai pasok dari McDonald bersaudara. Pendapatan McDonald’s Corporation berasal dari sewa, dan biaya yang dibayarkan oleh pemegang waralaba, serta penjualan di restoran yang dioperasikan. Mc Donald’s sangat populer dengan menjual berbagai makanan cepat saji dan jaringan yang sangat luas di lebih dari 100 negara. Pada tahun 2022 jumlah restorannya sudah mencapai 40,3 ribu dan melayani lebih dari 69 juta orang per hari dengan karyawan sekitar 1.7 juta (2018). McDonalds harus bersaing dengan produsen makanan lokal. Menanggapi perubahan selera konsumen dan reaksi egative karena makanan mereka yang tidak sehat, McDonald’s telah menambahkan menu salad, ikan, smoothie, dan buah.
4. Penutup
Pada bab selanjutnya akan dibahas tentang teknologi yang mendukung ekonomi digital, aplikasi digita yang membuat aktivitas manusia dalam genggaman tangan, ekonomi digital sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, jenis pekerjaan yang akan hilang dan yang baru, serta literasi dan inklusi digital sebagai kunci kesuksesan ekonomi digital.
Akses internet merupakan salah satu pendukung tumbuhnya ekonomi digital. Dengan memperhatikan bahwa 66,48 persen penduduk Indonesia telah mengakses internet di tahun 2022 menunjukkan tumbuhnya ekonomi digital di Indonesia berpotensi cukup besar.
Catatan Buku Mengenal Ekonomi Digital. Agus Sugiarto. Kompas. 2022
Komentar
Posting Komentar