Area Peneliltian
Proses pasang baru FTTH di TELKOM dilakukan dengan quality control yang ketat. Teknisi yang melakukan pasang baru sudah lulus praktek standard instalasi FTTH, termasuk prosedur pengujian layanan yang diberikan kepada pelanggan dan disimpan dalam aplikasi laporan pasang baru. Secara bertingkat, pasang baru akan diperiksa oleh Pengawas Lapangan PSB, sampling oleh karyawan Telkom dan checklist instalasi dan pengujian layanannya oleh Agen Fulfillment Control Center. Sayangnya beberapa satuan sambungan layanan masih terjadi degradasi layanan dalam masa garansi 60 hari, yang disebut dengan warranty under-spec.
Struktur FTTH Telkom dan Under-spec Warranty
Ini adalah struktur FTTH secara umum dan definisi underspec warranty. Terdapat perangkat jaringan IP dan segmen jaringan akses. Underspec warranty biasanya terjadi di segmen jaringan akses.
Ukuran underspec ditetapkan berdasar sensitivitas sistem FTTH, atau antara perangkat OLT dengan ONT. Type OLT dengan ONT yang digunakan TELKOM masih bisa saling berkomunikasi dengan baik apabila sinyal yang diterima antara -5 dBM dengan -28 dBM. Dengan Quality Control Pasang Baru, Telkom menjaga spesifikasi FTTH-nya dengan sedemikian rupa sehingga sinyal yang diterima OLT - ONT antara -10 dBM dengan -25 dBM.
Apa saja sih yang menjadi masukan bagi Quality Control pasang baru? Setiap pelanggan baru akan diamati dengan sekitar 50 parameter termasuk foto-foto evident kualitas pasang baru, namun dalam pembahasan ini akan digunakan sekitar 10 parameter saja.
Mengapa memilih area penelitian ini ?
Karena saya bekerja di area ini.
Identifikasi Masalah
Masalah diketahui : Pasang baru FTTH dengan material standard dan prosedur standard dan sudah diperiksa dengan Quality Control yang standard, namun kemudian ada beberapa pasang baru yang menjadi unders-pec dalam masa garansi 60 hari. Untuk diketahui, teknisi pasang baru dan agent Quality Control masing-masing sudah dilatih dengan standard yang berlaku.
Metode pemecahan masalah yang ada adalah bersifat reactive : dengan mengirimkan teknisi untuk memperbaiki instalasi, jalur kabel atau penggantian material penyebab underspec,
Belum diketahui metode pemecahan predictive: dengan parameter yang sudah ditetapkan dalam Quality Control untuk mengenali perangkat yang akan mengalami underspec dalam masa garansi 60 hari dan mengantisipasinya.
Rencana penelitian dilakukan terhadap data sekitar 900 ribu Pasang Baru, Quality Control, dan Pengukuran Underspec dalam masa garansi yang terbagi dalam 8 periode pasang baru (Juli 2023 sd Feb 2024).
Originalitas. Peneliti belum pernah mendapati adanya laporan penelitian semacam ini sehingga penelitian ini merupakan hal yang baru. Metode yang digunakan adalah menemukan decision tree untuk mengenali warranty underspec pada saat dilaksanakan quality control pasang baru.
Pendekatan: Kualitatif dengan meningkatkan pemahaman terhadap data quality control untuk menghasilkan metode pengenalan warranty underspec pada saat pasang baru.
Metode : Studi Kasus dengan mengexporasi situasi pasang baru dan quality controlnya
Jenis : Terapan, Konfirmatori & Korelasi
Alternatif Judul
1. Prediksi Under-spec Warranty Sejak Quality Control Pasang Baru Pelanggan FTTH Menggunakan Metode Algoritma Genetik
2. Prediksi
FTTH Under-spec Warranty Menggunakan Metode Algoritma Genetik berbasis 10 parameter pada
Quality Control Pasang Baru.
Rumusan Masalah & Hipotesa 1
1. Layanan pasang baru yang akan Under-spec warranty dapat diperkirakan pada saat quality control pasang baru dengan menggunakan metode algoritma genetik.
2. Apakah bisa dikenali FTTH Under-spec Warranty Sejak Quality Control Pasang Baru Pelanggan FTTH Menggunakan Metode Algoritma Genetik berbasis 10 parameter pada Quality Control Pasang Baru sebagai prediksi sehingga sebelum terjadi under-spec warranty dapat dilakukan pencegahan?
Hal yang baru dalam judul desertasi ini adalah sebagai berikut:
Under-spec warranty saat judul ini dibuat terjadi sekitar 2 (dua) layanan di setiap 1000 (seribu) pasang baru. Sudah sangat kecil. Sehingga algoritma genetik yang biasanya digunakan untuk mendapatkan kombinasi parameter yang terbaik atau paling optimal, dalam hal ini digunakan untuk mendapatkan kombinasi parameter yang menghasilkan pasang baru yang paling rentan.
Pemilihan Disertasi telah memenuhi Parameter Penelitian sebagai berikut :
1. Penelitian yang dilakukan secara logis, sistematis, terencana, dan hasil penelitian divalidasi serta terukur (Supino & Borer, 2012)
2. Penelitian yang empiris, dilatarbelakangi oleh situasi yang riil, dengan data yang valid dan kongkrit (Kothari, 2004)
3. Penelitian yang memiliki kebaruan (novelty) yang bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk (Lichtfouse, 2013)
4. Penelitian yang menghasilkan kontribusi ke pengetahuan yang memiliki orisinalitas yang tinggi (Sahu, 2013)
5. Penelitian yang menghasilkan kontribusi ke pengetahuan yang karakternya bisa digeneralisasi untuk obyek yang lain (Dawson, 2009) (Supino & Borer, 2012)
6. Penelitian yang bisa direplikasi oleh peneliti lain (Kothari, 2004) (Runeson et al., 2012)
Jadwal Kegiatan Penelitian
Komentar
Posting Komentar